Jakarta -
Belakangan ini ramai seorang balita menangis saat menjalani terapi "totok sirih" yang terjadi di Palembang, Sumatera Selatan. Momen ini pun langsung menyita perhatian netizen karena terlihat cukup mengkhawatirkan.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak seorang balita sedang menjalani terapi dengan ekspresi yang tidak nyaman. Saat bagian kepala disentuh oleh terapis, anak tersebut tampak menangis keras dan terlihat kesakitan.
Menanggapi hal ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan penjelasan sekaligus melakukan peninjauan langsung terkait kejadian tersebut. Melalui unggahan di akun Instagram @idai_ig, dijelaskan bahwa kondisi bayi yang menangis bisa menjadi tanda ia sedang merasa tidak nyaman dengan perlakuan yang diterimanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menanggapi video viral "totok sirih" pada bayi di kota Palembang, Sumatera Selatan. Mari, kita pastikan setiap sentuhan pada anak menghadirkan rasa aman, bukan luka," tulisnya dalam unggahan tersebut.
"Kita semua tentu ingin anak sehat. Tapi, saat bayi menangis keras, itu tanda ia sedang tidak nyaman," lanjutnya.
Selain itu, IDAI juga mengingatkan Bunda untuk selalu berhati-hati sebelum melakukan pijat atau terapi pada Si Kecil.
Hal yang perlu diperhatikan sebelum memijat bayi
Sebelum memijat Si Kecil, ada beberapa hal penting yang perlu Bunda perhatikan terlebih dahulu. Tujuannya supaya pijatan terasa nyaman dan aman untuk bayi.
Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Bayi merasa tenang.
- Tidak demam atau sakit.
- Tidak baru menyusu atau makan.
- Tidak lapar atau mengantuk.
IDAI menegaskan bahwa pemijatan sebaiknya dilakukan saat bayi benar-benar dalam kondisi yang siap dan tenang. Jika bayi belum berada dalam kondisi yang nyaman, maka sebaiknya pijatan ditunda terlebih dahulu.
Dalam hal ini, Bunda bisa menunggu sampai Si Kecil benar-benar merasa rileks sebelum memulainya.
Selain beberapa hal yang perlu diperhatikan, IDAI turut memberikan cara pijat bayi yang benar dan aman. Simak penjelasan lengkapnya:
1. Persiapan pijat bayi
Sebelum mulai, pastikan ruangan dalam kondisi yang hangat dan tenang, ya. Bukan tanpa alasan, hal ini untuk membantu bayi lebih rileks selama proses pijat.
Saat ingin melakukan pijatan, tangan Bunda harus bersih dan kuku dipotong pendek sebelum menyentuh Si Kecil. Lalu, gunakan minyak khusus bayi dan pilihlah produk yang aman serta tidak menimbulkan iritasi.
Selain itu, pastikan bayi dalam kondisi yang tenang dan sadar sebelum mulai pijat. Dengan begitu, proses pijat bisa berjalan dengan lebih nyaman.
2. Kaki (Mulai dari bawah)
Selanjutnya, mulailah dengan mengusap paha menuju kaki secara lembut, Bunda. Gerakan ini sebaiknya dilakukan perlahan supaya bayi merasa nyaman.
Bunda bisa menggunakan gerakan seperti "memerah susu" secara halus. Jangan memberikan tekanan terlalu kuat ya karena cukup berisiko bagi Si Kecil.
3. Perut (Hati-hati dan ringan)
Gerakan pijat dilakukan dengan memutar searah jarum jam secara perlahan. Teknik ini membuat area perut bayi terasa lebih nyaman dan tidak tegang.
Gunakan tekanan yang sangat ringan saat memijat bagian ini ya, Bunda. Tips ini penting karena perut bayi masih sangat sensitif dan mudah tidak nyaman jika ditekan terlalu kuat.
4. Dada dan tangan
Lalu, Bunda bisa mengusap dari tengah ke arah samping dengan lembut. Untuk bagian tangan, lakukan pijatan dari bahu hingga pergelangan secara perlahan.
5. Punggung
Saat memijat punggung, tengkurapkan bayi dengan tetap dalam pengawasan Bunda. Kemudian, usap punggung dari leher menuju bokong secara perlahan dan lembut.
Lebih lanjut, Bunda juga perlu memperhatikan beberapa catatan saat memijat bayi agar tetap aman dan nyaman.
- Ikuti respons bayi dengan baik selama pijatan dilakukan. Jika bayi terlihat tenang, maka pijatan bisa dilanjutkan.
- Jika bayi mulai menangis atau tampak tidak nyaman, sebaiknya segera hentikan pijatan.
- Durasi pijat bayi juga sebaiknya tidak terlalu lama, cukup sekitar 10-15 menit saja. Waktu yang singkat ini sudah cukup untuk membuat bayi merasa rileks.
- Tidak perlu menggunakan tekanan kuat atau teknik seperti "totok". Pijatan yang aman justru dilakukan dengan sentuhan yang lembut.
Manfaat pijat bayi
IDAI kembali menegaskan bahwa pijat bayi bukan bertujuan untuk mengobati penyakit ya, Bunda. Namun untuk menstimulasi tumbuh kembang Si Kecil melalui sentuhan yang lembut.
Stimulasi ini bisa diberikan lewat sentuhan, gerakan, suara, dan juga komunikasi saat memijat. Jika dilakukan dengan benar, pijat bisa memberikan dampak positif bagi bayi. Berikut ini manfaat pijat untuk bayi:
- Tidur lebih nyenyak
- Lebih rileks
- Membantu kenaikan berat badan
- Mendukung sistem pencernaan dan melancarkan sirkulasi darah
Selain itu, IDAI menyampaikan bahwa yang dibutuhkan Si Kecil bukanlah kekuatan, melainkan kepekaan dan kasih sayang dari Bunda.
"Karena yang mereka butuhkan bukan kekuatan, tapi kepekaan dan kasih sayang," tulis dalam unggahan tersebut.
Itulah penjelasan mengenai viralnya balita yang menangis saat menjalani terapi "totok sirih", serta penjelasan cara pijat bayi yang benar dan aman menurut IDAI.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
.png)
1 day ago
11
















































