Rumah Tahan Gempa dan Pengelolaan Sampah di BTN Housingpreneur 2025

8 hours ago 3

INFO TEMPO - Bencana alam gempa bumi yang terjadi dan mengakibatkan korban jiwa membuat Zamzam Multazam, Founder PT Inovasi Tangguh Bencana (Proteka) berpikir untuk melahirkan inovasi agar bangunan tahan terhadap bencana tersebut. Berangkat dari penelitian S3-nya, Zamzam menghadirkan solusi yang praktis, yaitu coating atau cat yang dapat meningkatkan kapasitas bangunan agar bisa lebih tahan terhadap gempa.

Inovasinya pun berhasil meraih Juara 1 Kategori Housing Related Innovation-Business Ideation (Umum) di BTN Housingpreneur 2025. Dalam BTN Housingpreneur 2025 menghadirkan Kategori Housing Related Innovation dalam kompetisinya untuk menjaring ide inovasi teknologi yang berkaitan dengan industri perumahan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pengujian dua miniatur rumah lewat simulasi guncangan. Dok. Istimewa

Fokus utama dalam kategori tersebut adalah meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, serta menciptakan solusi nyata bagi tantangan sektor properti, khususnya bagi konsumen ritel dan pengembang. "Maraknya gempa belakangan ini, ditambah banyaknya korban jiwa akibat bencana tersebut, kami merasa terpanggil untuk menghadirkan solusi yang praktis, yaitu coating atau cat yang bisa meningkatkan kapasitas bangunan dalam menghadapi gempa," kata Zamzam.

Demonstrasi lem instan pada bata patah. Dok. Istimewa

Zamzam membawa idenya ke BTN Housingpreneur 2025, karena melihat peluang dan berharap inovasinya dapat diterapkan agar berdampak bagi masyarakat. "Jadi sayang untuk dilewatkan kompetisi ini. Selain bisa mendapatkan eksposur yang lebih luas, kami berharap inovasi kami bisa memberikan dampak yang lebih besar lagi ke depannya," ujarnya.

Zamzam menjelaskan, coating atau cat khusus ini bisa memperkuat kapasitas seismik bangunan pasangan bata. "Jadi sederhananya, dengan mengaplikasikan coating ini, bangunan bisa menjadi jauh lebih tahan gempa dari sebelumnya."

Menurut Zamzam, dalam kondisi gempa bumi saat ini pendekatan yang paling tepat adalah solusi yang aplikatif dan mudah digunakan oleh siapa pun. "Karena tantangannya bukan hanya soal bencana itu sendiri, tapi juga kualitas bangunan yang masih banyak belum memadai. Jadi inovasi ini hadir untuk mengurangi risiko korban jiwa dan bangunan yang runtuh, dengan cara yang simpel dan bisa langsung diterapkan," ucapnya.

Namun, Zamzam melanjutkan, tantangan terbesarnya adalah mengubah pikiran masyarakat yang belum menjadikan keamanan rumah dari gempa sebagai prioritas, karena gempa dianggap tidak terjadi setiap hari. "Jadi proses edukasi dan membangun awareness ini memang butuh waktu dan usaha yang tidak sedikit. Tapi dengan adanya kompetisi ini, kami berharap proses edukasi tersebut bisa berjalan lebih cepat," kata Zamzam.

Solusi Pengolahan Sampah Rumah Tangga

Adapun, inovasi lainnya datang dari Tim MiBi Tech yang membawakan inovasi 'MiBi-Tech 2.0', yakni solusi yang dapat mengubah sampah organik rumah tangga menjadi bio-ethanol dan bio-briket dengan kapasitas 100 kilogram (kg) sampah yang bisa diolah dalam sehari. Di BTN Housingpreneur 2025, MiBi Tech berhasil mendapatkan Juara 3 Kategori Housing Related Innovation-Business Ideation (Mahasiswa).

Pekerja konstruksi mengoleskan cairan pelapis putih. Dok. Istimewa

"Inovasi ini terbentuk dari keresahan awal di suatu kawasan di Lampung yang memiliki masalah dengan sampah organik, selain itu besarnya rasa ingin mengurangi volume sampah karena Indonesia menjadi salah satu penyumbang sampah organik terbesar di dunia," kata Ketua Tim MiBi Tech Kharavi Arthur Lukmana.

Tukang bangunan meratakan adonan semen pada dinding bata merah. Dok. Istimewa

Atas dasar itu, Kharavi melanjutkan, timnya melakukan penyesuaian pada MiBi-Tech versi awal untuk lebih available dipasang pada sektor perumahan. "Karena itu, MiBi-Tech 2.0 hadir di sektor perumahan dengan menjadi alat pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan menghasilkan produk bio-ethanol dan bio-briket yang memiliki nilai jual kembali," ujarnya.

Kharavi berharap inovasi-inovasi yang ada di BTN Housingpreneur termasuk MiBi-Tech 2.0 dapat menjawab tantangan yang masih sulit tertangani seperti sampah, banjir, produk ramah lingkungan dan lain-lain. "Karena setiap inovasi yang dibawakan diharapkan bisa menjadi batu loncatan menuju dunia yang lebih ramah lingkungan dan inovatif," ucapnya.(*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online