Sinergi Kementrans dan Pemda Majukan Kawasan Transmigrasi

6 hours ago 2

Kementrans terus berkomitmen mendorong transformasi kawasan transmigrasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang inklusif serta berkelanjutan di seluruh penjuru Nusantara.

30 Juli 2026 | 20.38 WIB

Mengapa Tempo bisa dipercaya

Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam kegiatan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, pada Kamis, 30 Juli 2026. Tempo/Bestari Saniya

Perbesar

Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam kegiatan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, pada Kamis, 30 Juli 2026. Tempo/Bestari Saniya

INFO TEMPO – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) terus berkomitmen mendorong transformasi kawasan transmigrasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang inklusif serta berkelanjutan di seluruh penjuru Nusantara.

Hal tersebut dibuktikan melalui Tim Ekspedisi Patriot, yakni program penugasan sumber daya manusia unggul; seperti, akademisi peneliti ke berbagai kawasan transmigrasi untuk melakukan riset, kajian, dan pendampingan yang hasilnya dimanfaatkan dalam perencanaan, pembangunan, dan pengembangan kawasan transmigrasi.
 
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, Program Tim Ekspedisi Patriot 2026 menjadi kelanjutan dari pelaksanaan tahun sebelumnya. Pada 2025, program ini melibatkan sekitar 2.000 akademisi yang melakukan riset dan pemetaan potensi ekonomi di 154 kawasan transmigrasi.
 
Tahun ini, sebanyak 1.476 peserta kembali diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi untuk menindaklanjuti hasil riset melalui pendampingan masyarakat serta pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal. Program Tim Ekspedisi Patriot 2026 diawali dengan kegiatan Pembekalan Tim Ekspedisi Patriot yang diselenggarakan di Green Forest Hotel Bogor pada tanggal 25-27 Juli 2026 dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot di Balai Kartini pada 29–30 Juli 2026.
 
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membekali para peserta dengan pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi wilayah penugasan serta strategi pelaksanaan program di lapangan. “Kami ingin melalui pembekalan ini, mereka memiliki gambaran yang betul-betul memberikan makna, sehingga pada saat datang nanti tidak meraba-raba lagi,” ujarnya.
 
Ia menjelaskan bahwa dalam sesi pembekalan kepemimpinan regional, pihaknya memberikan materi mengenai situasi pembangunan, program transmigrasi, serta perkembangan investasi, khususnya yang tengah berlangsung di Kota Batam.
 
“Saya ingin memberikan pesan yang kuat bahwa kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat itu akan memberikan percepatan pembangunan dan kemanfaatan untuk rakyat yang lebih baik,” kata Iftitah.
 
Sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Ketransmigrasian, kata dia, pelaksanaan transmigrasi tidak lagi bersifat top-down, di mana pemerintah pusat menentukan kebijakan untuk daerah. Sebaliknya, pelaksanaannya menggunakan pendekatan bottom-up, yaitu berdasarkan usulan dan kebutuhan dari pemerintah daerah yang kemudian didukung oleh pemerintah pusat.
 
“Pada saat kami menawarkan tentang program transmigrasi di Batam pun, itu tidak bisa serta merta. Tapi Pak Wali Kota Batam mengirim surat kepada kami untuk diundangnya program transmigrasi di Batam,” katanya.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad dalam kegiatan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, pada Kamis, 30 Juli 2026. Tempo/Bestari Saniya

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, transmigrasi menjadi salah satu solusi dalam penataan dan pengembangan kawasan Batam. Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemindahan masyarakat, tetapi juga memberikan kepastian tempat tinggal, lahan, serta peluang ekonomi bagi masyarakat.
 
Ia menjelaskan, sebagai contoh, penataan kawasan transmigrasi di Tanjung Banon dilakukan melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah Kota Batam, BP Batam, dan berbagai kementerian/lembaga. Melalui upaya tersebut, warga mendapatkan rumah, kepastian lahan, serta dukungan fasilitas dan ekosistem ekonomi, mulai dari pendidikan, pelabuhan, hingga bantuan sektor pertanian. “Ini adalah kerja sama semua pihak. Kolaborasi pentahelix. Pemerintah Kota Batam, BP Batam, kementerian/lembaga, kemudian masyarakat pelan-pelan kita edukasi,” katanya.
 
Amsakar menilai, kolaborasi dengan masyarakat juga menjadi kunci dalam menjalankan kebijakan, dengan mengedepankan pendekatan yang persuasif, mendengarkan persoalan warga, serta bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi. 

Ia pun berharap Tim Ekspedisi Patriot yang nantinya mengabdi di wilayah Barelang, yakni singkatan dari Batam, Rempang, dan Galang, dapat terus membangun kesadaran kolektif masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh pihak luar. “Nah kepada rekan-rekan tim Ekspedisi Patriot nanti ketika turun ke lapangan, yang saya harapkan terus bangun kesadaran kolektif agar mereka jangan mudah terpancing oleh pihak luar,” ujarnya.
 
Ia berharap, Tim Ekspedisi Patriot yang nanti akan bertuga di Kota Batam agar dapat membangun kondusivitas dan mendorong mobilisasi warga untuk produktif. “Dan mudah-mudahan bisa membangun energi baru untuk memberikan yang terbaik, tidak hanya bagi individu di sana, tetapi juga bagi bangsa dan negara yang kita cintai ini.” (*)

Tempo

Bersama Menjaga Kualitas Jurnalisme

Kami percaya jurnalisme yang berkualitas lahir dari dialog yang terbuka antara penulis dan pembaca. Masukan Anda membantu kami menjaga akurasi, independensi, dan kualitas setiap karya jurnalistik.

Kantong Belakang Febrie Adriansyah

PODCAST REKOMENDASI TEMPO

MULTIMEDIA

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online