SATU Indonesia Awards Terhubung dalam Aksi: Dorong Kolaborasi Anak Muda dan Desa Sejahtera Astra di NTB

3 hours ago 1

INFO TEMPO - Rangkaian kegiatan Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia Awards atau SATU Indonesia Awards 2026 terus berlanjut dengan menggelar diskusi di sejumlah daerah. Setelah berlangsung di Banyuwangi, Jawa Timur, dan Makassar, Sulawesi Selatan, Bincang Inspiratif bertema "Terhubung dalam Aksi" diadakan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa, 7 Juli 2026.

NTB menjadi tuan rumah Bincang Inspiratif 17th SATU Indonesia Awards 2026 karena memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi muda yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat sekitarnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sekitar 1,81 juta penduduk NTB berada pada rentang usia muda. Artinya, provinsi ini memiliki modal demografi yang kuat untuk mendorong lahirnya inovasi berbasis masyarakat yang juga didukung oleh pertumbuhan ekonomi NTB yang tercatat sebesar 13,64 persen pada Triwulan I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Bincang Inspiratif 17th SATU Indonesia Awards 2026 di Mataram menjadi ruang untuk mengajak generasi muda NTB melihat lebih dekat berbagai aksi nyata yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, Astra juga mendorong masyarakat untuk mengenali dan mendaftarkan sosok muda inspiratif yang telah menghadirkan kontribusi positif di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, maupun teknologi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair yang mewakili Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, beserta para juri 17th SATU Indonesia Awards 2026, yaitu Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan Tri Mumpuni, Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk, Arif Zulkifli, Pegiat Seni dan Pendiri Yayasan Dian Sastrowardoyo, Dian Sastrowardoyo, dan Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo. Ada pula Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2023 Bidang Teknologi sekaligus Fasilitator Ecobiz Desa Sejahtera Astra Sasak Ende, Lombok, Reza Permadi. Dalam kesempatan itu, mereka menyampaikan berbagai sudut pandang untuk membuka wawasan dan mendorong generasi muda agar terlibat aktif demi kemajuan di daerah masing-masing.

Peserta diskusi Astra Terpadu Untuk Indonesia Awards atau SATU Indonesia Awards 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa, 7 Juli 2026. Dok. TEMPO

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto mengatakan, melalui SATU Indonesia Awards, Astra ingin mendorong generasi muda di NTB untuk menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Tahun ini, SATU Indonesia Awards memperkuat kolaborasi dengan Desa Sejahtera Astra agar berbagai inisiatif yang lahir dari para penerima apresiasi dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya. “Kami berharap setiap inovasi yang lahir dari generasi muda tidak berhenti sebagai sebuah gerakan, tetapi tumbuh menjadi penggerak perubahan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.”

Dalam diskusi tersebut, Dian Sastrowardoyo menyampaikan pentingnya melihat desa sebagai sumber inspirasi sekaligus pusat lahirnya berbagai inovasi berbasis budaya dan kearifan lokal. Menurut Dian, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam, budaya, dan semangat gotong royong yang masih terpelihara di desa.

Potensi tersebut, kata dia, dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi apabila dipadukan dengan pengetahuan, kreativitas, dan inovasi. "Potensi yang ada di desa itu banyak. Tidak harus selalu berpikir bahwa semua peluang ada di kota. Pengetahuan, kearifan lokal, dan budaya justru banyak tumbuh di desa," ujar Dian di Mataram, pada Selasa, 7 Juli 2026.

Dian yang aktif dalam mengembangkan program di bidang pendidikan, pemberdayaan perempuan, serta pelestarian seni dan budaya, menuturkan, budaya lokal tidak cukup hanya dijaga sebagai warisan, tetapi harus dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat masa kini. "Saya percaya budaya lokal bukan sekadar warisan yang dijaga, tetapi bisa menjadi inspirasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama generasi muda," katanya.

Dia mencontohkan Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok, yang memiliki kekayaan budaya, kerajinan, dan komunitas kreatif. Menurut Dian, potensi tersebut dapat membuka peluang ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan. "Saya berharap potensi daerah bisa terus dikembangkan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, wirausaha sosial Tri Mumpuni turut berbagi pengalaman mengenai pengembangan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dia menilai pendidikan formal perlu dihubungkan dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat agar mampu menghasilkan solusi yang berdampak.

Tri mencontohkan pemanfaatan limbah batok kelapa yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Menurut dia, potensi seperti itu seharusnya dapat dikembangkan langsung di daerah asal sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Sementara itu, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2023, Reza Permadi, memaparkan pengalamannya mengembangkan digitalisasi desa melalui pendampingan masyarakat di Desa Bilebante, Lombok Tengah. Dia juga membantu promosi kain tenun khas Sasak melalui platform digital sehingga mampu membuka akses pasar yang lebih luas. "Saya percaya anak muda memiliki keberanian dan kepedulian. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan dan ruang untuk berkembang," katanya.

Direktur Utama Tempo, Arif Zulkifli, yang juga menjadi narasumber, mengatakan derasnya arus informasi di era digital memberi peluang besar bagi generasi muda untuk terus belajar dan berinovasi. Namun demikian, menurut dia, kemampuan memilih dan memanfaatkan informasi menjadi kunci agar teknologi dapat menghasilkan solusi yang bermanfaat. "Tidak ada lagi batas bagi anak muda untuk belajar dari mana pun. Yang penting adalah bagaimana informasi itu dipilih dan dimanfaatkan untuk memperkaya ide-ide kreatif di tingkat lokal," ujar Arif menjawab pertanyaan peserta Lalu Abdul Fatah. 

Arif menilai banyak anak muda kini lebih tertarik menciptakan karya dan membangun usaha dibanding sekadar mengejar jabatan. Dia mendorong generasi muda agar mengenali potensi daerahnya dan menghadirkan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat setempat. Sebagai contoh, Arif mengangkat kisah Oka Bayu, sarjana kelautan asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang mengembangkan sistem identifikasi spesies hiu untuk mendukung upaya konservasi. Menurut dia, inovasi tersebut lahir dari kemampuan memanfaatkan informasi sekaligus memahami persoalan lingkungan di daerahnya sendiri.

Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, mengatakan konsistensi merupakan faktor penting dalam menghasilkan perubahan sosial yang berkelanjutan. "Jangan pernah putus. Terus perjuangkan sampai berhasil," kata Windy.

Nusa Tenggara Barat telah melahirkan sejumlah generasi muda yang menjadi Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards tingkat nasional, di antaranya Marwan Hakim pada tahun 2013 di Bidang Pendidikan, Maharani pada tahun 2014 di Bidang Lingkungan, serta Yuyun Ahdiyanti pada tahun 2024 di Bidang Kewirausahaan. Selain itu, Reza Permadi, Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2023 Bidang Teknologi, kini turut berkolaborasi sebagai fasilitator Desa Sejahtera Astra di Lombok dan Sumba Timur, menunjukkan bagaimana apresiasi tersebut menjadi awal lahirnya dampak yang lebih luas bagi masyarakat 

Windy berpesan agar generasi muda tidak ragu memulai dari langkah kecil dengan memanfaatkan potensi lokal. Menurut dia, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh modal finansial dan teknologi, tetapi juga kemampuan membangun kolaborasi dengan masyarakat serta memahami kebutuhan daerah. "Datanglah ke desa, kenali potensinya, dengarkan masyarakat, dan tinggalkan ego intelektual. Dari situlah banyak inovasi lahir dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar," ujarnya. 

Pada tahun ini, Astra memperkuat integrasi SATU Indonesia Awards dengan ekosistem Desa Sejahtera Astra untuk memperluas dampak berbagai inisiatif yang dijalankan oleh para penerima apresiasi. Periode pendaftaran 17th SATU Indonesia Awards 2026 telah dibuka sejak 1 April hingga 1 Agustus 2026 melalui situs resmi Astra.co.id. Para penerima apresiasi tingkat nasional berhak mendapatkan dana pembinaan senilai Rp 65 juta serta kesempatan mengikuti program pembinaan dan pengembangan bersama Astra untuk memperluas dampak dari inisiatif yang dijalankan. Selain itu, para penerima apresiasi juga berkesempatan mengembangkan programnya melalui integrasi dengan ekosistem Desa Sejahtera Astra. (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online